Stuck in A Moment

Gaming, sleeping, eating. Gaming, sleeping, eating. Tiap hari cuma itu. Bosen ga sih? Keliatannya sih nggak. Tapi dari mukanya yang lesu gwa tau dia super bosen. Hanya tiap dia di depan monitor dan ber-quest dengan atau tanpa guild-nya, mukanya langsung berubah. Duhai, gamenet. Kamu hanya katup pelepas sementara, sama seperti alkohol dan rokok dan ganja dan drugs.

Karena mendengar berita yang gak mengenakkan tentang dia dan pekerjaannya gwa hengkang ke Semarang berbekal duit seadanya. Setelah hampir 4 bulan ga ketemu dia memang ga banyak berubah, hanya sedikit lebih gondrong. Gwa prihatin. Amburadulnya emang udah parah, stadium final, ga bisa diganggu gugat. Dengan kebawelan gwa sekalipun.

Ah, dia. Orang yang lebih dekat dari sekedar pacar selama empat tahun terahir ini. Yang kesabaran, kekonyolan, kesantaian dan kesederhanaannya sama seperti Babab. Yang ngenalin gwa ke Helloween, Gorky Park dan teman-temannya, bermimpi untuk bisa nonton konser Dream Theater bareng secara live. Yang dengan kegigihan luarbiasa nerangin gimana cara kerja proxy. Dalam waktu yang sama bisa menjadi kakak, sahabat, penasihat dan motivator… tapi tetap gak terjangkau.

Dia pintar dalam bidangnya meskipun itu ga ada sangkut pautnya dengan kuliah yang dia jalani selama ini. Dia bisa raih peluang sebesar-besarnya untuk jadi maju. Tapi dia ga mau. Selalu minder, selalu bilang ga bisa, selalu malu dan pendiam. Mau gwa ngomong ampe berbusa pun dia gak goyang. Padahal dia sering sambat kalo temennya udah pada jadi ini dan itu. Sayang, tatarannya hanya sampai di sambat, gak di follow up lagi.

Berapa lama ‘a moment’ itu, Sayang? Sebulan? Dua bulan? Seumur hidup? Selamanya? Kapan kamu bangkit, berdiri dan bertindak dan memandang dunia dengan sikap optimis? Jangan hanya kamu terapkan ke aku. Kamu pun punya hidup yang harus diperjuangkan, bukan hanya aku!

… karena hidup segera berakhir sebelum kamu menyadarinya…

[Ayo, Ling... kapan bergerak?]

    

One Response to “Stuck in A Moment”

  1. heni Says:

    “Orang yang lebih dekat dari sekedar pacar selama empat tahun terahir ini. Yang kesabaran, kekonyolan, kesantaian dan kesederhanaannya sama seperti Babab”

    Mr. B tersayangmu Pit? moga kalian rukun2 ya

Leave a Reply