Dissapointment…
Kekecewaan itu pahit ya. Apalagi yang berulang. Dan ga tau kenapa koq gwa ga kapok ya? Stupid question.
Jadi inget lagu "Buses and Trains". I go under a bus/Got hit by a train/Keep falling in love/Which is kinda the same/Got some kinda used/Crushed by car, gone insane/But it felt so good/I wanna doing it again…
It’s like cigarette. Like chocolate. I know they’re bad for me but I just can’t get enough….
Tolol. Sama seperti Itchy yang ga suka gatal tetapi selalu menggosok-gosok tubuhnya pada jelatang karena dia suka menggaruk. Juga Bumpy yang suka mukul kepalanya sendiri pake palu karena dia suka rasa lega yang dia dapet ketika dia berenti nggetok. Mbulet.
It’s ok to be dissapointed, actually. It’s a good middle name, though. Haha. Gimana nyikapinnya itu yang penting. Gwa sih datar aja. Cukup dilampiaskan dengan tidur, walaupun hasilnya jadi gloomy sepanjang hari. Dan itu berimbas pada semua hal dan orang-orang yang gwa adepin. Menyebalkan. Apalagi kalo orang itu ga ada sangkut-pautnya ama kekecewaan gwa. Tambah menyebalkan!
Tapi udahlah. Gwa udah lumayan bisa antisipasi koq. It takes time, memang. Yet i could manage it. Dah bisa ketawa-ketiwi lagi. Dah bisa nyengir lagi. Apalagi kalo kuping gwa disumpel MP3 dengan volume pol. Don’t care what you said lah. I hear what I wanna hear…
December 14th, 2006 at 12:53 am
kekecewaan adalah hal yg paling ga gw suka. apa lagi gw orgnya yg paling ga bisa terima kata tidak dari seseorang. “eh, buka kamar yuk…”, pernah telontar pertanyaan gw buat ce yg baru gw kenal. hehehehe… kekecewaan itu pasti berakhir dengan sungut2 di dalam hati. dan akhirnya… beriringan dengan berputarnya waktu. kekecewaan bisa menjadi guru yg lucu untuk dikenang. tul ga dek?
NT