THERE IS NO BOUNDARY IN HUMAN’S MIND
Saturday, March 26th, 2005Tau gak? Prosentase persamaan genetis manusia dengan orangutan itu 98%. Artinya, manusia dan orangutan cuma berbeda 2% secara genetis. Tapi yang 2% itulah yang paling penting!
Dengan 2% itu, manusia bicara, mencipta, berbudaya, berkreasi, termasuk… ngisi blog! =P
Volume otak manusia yang paling besar diantara mahluk hidup lainnya (especially udang yang hampir ga berotak) juga ngaruh. Manusia punya kemampuan ‘multi-tasking’ lebih banyak daripada mahluk lain. Apalagi tiap manusia adalah unik, kembar genetik sekalipun.
Manusia punya nurani yang ngebantu program berpikirnya tentang tindakan-tindakan yang akan dilakukan. Ibarat window dialogue di komputer, nurani menciptakan opsi-opsi dan konsekuensi tindakan berdasarkan pengalaman dan pembelajaran tanpa akhir dari kehidupan, apakah suatu tindakan harus di "cancel", "retry" atau "continue". Hal itu gak terlepas dari sifat manusia yang selalu ingin tahu, dengan sistem yang dalam psikologi disebut sebagai trial-and-error atau punishment-and-reward.
Begitu juga dengan Billy Milligan, atau yang nama aslinya adalah William Stanley Milligan. Sewaktu dia ditangkap untuk kasus perampokan, penculikan dan perkosaan tahun 1977, usianya 23 tahun. Usia matang untuk bernalar. Melalui proses persidangan panjang yang makan banyak waktu, tenaga dan pikiran, dia dibebaskan dari semua tuduhan dengan alasan tidak waras dan harus dirawat di Mental Institution sampai dia dianggap waras dan layak disidang. Belakangan diketahui, Milligan punya 24 kepribadian.
Karakter atau kepribadian dalam diri Milligan ini diambil alih oleh kesadarannya sebagai pribadi, karena apa yang dialaminya amat sangat traumatis dan menyakitkan. Dibesarkan oleh ibu yang selalu saja salah dalam memilih lelaki, Billy kecil pernah diikat layaknya kuda di kandang, diperintah untuk menggali kuburannya sendiri (u got it rite, dude! Literally digging his own grave!) dan dikubur hidup-hidup di dalamnya, juga pernah disodomi–semua dilakukan oleh ayah tirinya.
Secara gak sadar, otak Billy membloking semua kenangan traumatis dengan menciptakan kepribadian-kepribadian baru untuk menanggungnya. Itu karena psikis Billy secara gak langsung memahami dan enggan menanggung semua "punishment" dan "error" yang diterima fisik. Kesadaran Billy yang asli sama sekali nggak inget apapun. Yang terakhir diingatnya adalah saat dia berusia 15 tahun. Waktu itu dia sedang berada di atap sekolah untuk bunuh diri karena frustasi akibat amnesia berkepanjangan (atau yang di dalam bukunya disebut "blank moments"), yang dikarenakan pengambilalihan kesadaran oleh kepribadiannya yang lain. Waktu sadar lagi, tau-tau dia sudah berusia 24 tahun! Spooky gak sih?!
Selama tahun-tahun yang hilang itu, karakter-klarakter dalam benaknya menggantikan kesdaran Billy, yang disebut sebagai "berdiri di lampu sorot" ("in the spotlight") dan menggenggam kesadaran penuh.
Diantara 24 kepribadian itu, ada Arthur (22), si Orang Inggris yang jago bidang Kimia, Fisika dan kedokteran dan bicara bahasa Arab aktif. Ada Ragen (23) yang orang Yugoslavia dan bicara dengan logat Slavik yang kental, yang amat sangat kuat karena bisa mengatur aliran adrenalin dan menggunakan sesuai keinginannya. Ada Tommy (16), si pembuka semua kunci dan tidak ada satupun borgol sanggup menahannya. Ada juga Adalana (19), cewek lesbian yang sebenarnya melakukan perkosaan-perkosaan itu dan punya dendam kesumat terhadap ayah tiri Billy. Atau Christene (3), bocah Inggris pemalu dan cerdas tapi disleksis yang sering disetrap di sudut kelas, yang punya abang (yang juga jadi salah satu kepribadian Billy) bernama Christopher (13). Dan Billy sama sekali gak tau eksistensi kepribadian-kepribadian itu dalam benaknya sebelum dia diterapi para psikiater ahli di berbagai Mental Institution sepanjang penahanannya! Dan betul seperti kata Pak Einstein (atau siapapunlah yang bikin quotation itu! I’m bad at names!), there is no boundary in human’s mind…
Kasus perkosaan dan penodongan bersenjata di Ohio State University, Amerika, adalah akibat ulah kepribadian-kepribadian Billy yang lain, yang disebut "The Undesirables" karena sifat dan sikap mereka yang mengkhawatirkan dan disinyalir bisa bikin kondisi berbahaya bagi "para anggota keluarga yang lain". "Pentolan" diantara karakter-karakter ini adalah Arthur dan Regan. Dengan usaha keras si penulis, Daniel Keyes, dan kerjasama The Teacher–salah satu karakter Billy setelah terapi, yang merupakan gabungan dari seluruh kepribadiannya–akhirnya buku ini terwujud.
Judul aslinya "The Minds of Billy Milligan", penerbbit Bantam Books, edisi tahun 1995. Gwa beli buku itu karena diskon =P Kalo seneng buku-buku psikologi, pasti gak aneh denger Sybill, cewek yang punya 18 kepribadian yang ditulis Flora Rheta Schreiber.
Rencananya sih, gwa mo nerjemahin buku ini. Baru selesai Book One, Chapter One; udah selesai sinopsisnya, dan mau dilacurkan ke penerbit-penerbit imut. Gwa gak bisa nembus Gramedia, man! Kuliah belun kelar! =P
Doain aja yah, moga-moga ada penerbit yang mau. Soalnya ini buku bagus banget, dan gwa bakalan nyesel banget kalo kalian ga bisa nikmatinnya seperti gwa nikmatin baca 3x berulang-ulang!
Selamat menunggu dan mendoakan!